ANGKASATU

ANGKASATU

Rabu, 25 Februari 2026

 25 Februari 2026


Bertahun-tahun sejak dahulu

Tapi bodohku tetap tinggal disini

Mencintai orang dengan bodoh!

Aku lelah setiap hari

Aku sedih setiap saat


Aku sendirian dengan perasaanku

Makian adalah makananku

Umpatan adalan minumanku

Salah kecil saja membuatku melayang dengan umpatan

Salah besar?

Makian dan Umpatan bekerja sama.


Tidak ada yang benar benar berarti dariku

Aku hanya menjadi pihak yang selalu salah

Salah, Lemah, Hina

Tak punya adab

Tak pandai apapun


Tapi jauh melenceng dengan kenyataan yang ada

Aku bertahan disini hingga seringkali kepalaku terasa mau pecah

Berpikir ini itu

Mencukupi ini itu


Oiya, aku juga tak pandai bersyukur

Tak paham agama

Mungkin juga baginya aku kotor.


Seringkali aku bertanya kebutuhan

Jawabannya sederhana

SABAR

Bagaimana caranya sabar jika aku dihimpit kebutuhan

Dan dia tetap santai dengan kegiatannya


Disitulah letak ketidak bersyukurannku.

Tidak percaya Tuhan katanya.

Bukankan Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum tanpa mereka mengusahakannya?


Bukankan itu artinya kita harus berusaha?

Berpikir lalu bertindak

Tak hanya mengucap kata SABAR dan santai seperti biasa.


Minggu, 01 Oktober 2023

Joko Sulistyo, Kerja Kerasnya Membuahkan Hasil, Desa Pocung Tidak Kesulitan Air Lagi

Cerita kesulitan air di Indonesia bukanlah cerita biasa, tidak jarang beberapa daerah di Indonesia mengalami hal yang sama seperti yang dihadapi penduduk Desa Pucung.

Kesulitan air telah dihadapi oleh para penduduk Desa Pocung selama bertahun - tahun. Batuan karst dan tanah kapur yang merupakan bagian dari karakteristik geografis di wilayah Desa Pucung, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah berkontribusi dalam munculnya masalah kesulitan air. Keadaan ini semakin diperburuk dengan kesulitan mencari sumber air yang layak bagi penduduk setempat. 

Hal ini sangat memprihatinkan, seluruh penduduk Desa Pocung  harus berjalan beberapa kilometer hanya untuk mendapatkan 10-20 liter air saja. Meskipun debit airnya rendah, sumber air ini adalah yang paling dekat dengan pemukiman penduduk. Sehingga mereka tetap melakukannya walaupun itu sangat memberatkan.


Lalu seiring berjalannya waktu, kisah kesulitan air yang dialami penduduk Desa Pucung mulai menemukan sinar harapan pada tahun 2001, ketika seorang anggota pecinta alam KMP Giri Bahama, Universitas Muhammadiyah Solo, bernama Joko Sulistyo yaitu seorang mahasiswa di Fakultas Geografi dan juga penerima penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2013, menemukan aliran sungai di dalam sebuah gua vertikal yang pernah dijelajahinya, gua tersebut bernama Gua Suruh.

Perjalanan panjang selama 6 bulan dilalui oleh Joko, ia menyusuri 16 gua yang ada hingga menemukan satu gua dengan sungai yang ada didalamnya, yaitu gua Suruh.

Setelah menemukan sungai tersebut di dalam gua yang dalam, Joko menyadari bahwa keberadaan sungai tersebut dapat membantu para penduduk Desa Pocung yang sedang menghadapi masalah kesulitan air, sungai tersebut dapat menjadi sumber air tambahan yang sangat berharga bagi penduduk Desa Pocung yang menghadapi masalah kesulitan air saat itu.

Sehingga pada akhirnya, Joko bersama dengan penduduk setempat dan rekan-rekannya yang juga pecinta alam mulai merencanakan bagaimana cara membawa air dari sungai dalam Gua Suruh yang ia temukan menuju pemukiman penduduk. 

Awalnya, tidak ada penduduk desa yang berani memasuki Gua Suruh, akan tetapi setelah beberapa kali penyuluhan tentang pentingnya meberadaan sungai ini, penduduk setempat akhirnya memahami dan bersedia untuk berpartisipasi dalam proyek ini dengan semangat gotong royong.

Banyak pihak berkontribusi pada proyek ini. Penduduk menyumbangkan tenaga, pemerintah desa mencari dana dari APBD, Joko dan rekan-rekannya yang pecinta alam berkontribusi dengan keahlian, pemikiran, dan waktu yang mereka miliki untuk mewujudkan proyek ini. 

Berkat kolaborasi ini, setelah menerima sumbangan dari beberapa donatur, usaha keras untuk mengalirkan air dari dalam gua ke desa akhirnya tercapai. Sekarang, air dapat dipompa ke atas, disimpan dalam beberapa menara air di atas bukit, dan penduduk desa dapat mengambil air dari penampungan kapan pun mereka membutuhkannya.

Proyek tersebut berjalan sangat lama, hampir 12 tahun lamanya hingga proyek ini berhasil dan Desa Pocung sudah tidak kesulitan air lagi.

Sehingga saat ini Desa Pocung sudah tidak mengalami masalah kesulitan air seperti dulu lagi. Apresiasi sangat perlu diberikan kepada para pencetus proyek aliran air untuk tanah kering di Desa Pocung tersebut.

Kehadiran Joko bersama para rekan-rekannya berperan besar terhadap kelangsungan hidup para penduduk Desa Pocung hingga saat ini mereka sudah tidak kesulitan lagi seperti dulu dalam memperoleh pasokan air bersih. Sehingga tidak mengherankan jika ia menjadi penerima SATU Awards pada tahun 2013.

Rabu, 20 September 2023

September BAHAGIA

Tidak disangka bulan September tahun ini menjadi bulan yang indah.
Kabar membahagiakan mewarnai pertengahan bulan September tahun ini.

Rabu, 04 Oktober 2017

Curahan hati seorang "wanita"

27 agust 2017

2 hari kuat bertahan
Dan saiki tumpah
Aku nangis
Yup, dewe
Mulai iki aku pngen gak enek wng sng ngerti perasaanku
Gak bakal enek sng ngerti tangisku
Mungkin aku bakal lebih nyaman dadi aku sng mbiyen
Hanya berbagi kebahagian, kesedihan adalah milikku sendiri.
2 thn lebih aku bukak atiku, aku share perasaanku
Tapi aku egois. Cuma aku. Gak mikir lawanku.
Saiki aku dewe, bakal terbiasa dewe
Ben mandiri, gak manja,
Gak nyusahne
Gak dadi beban e liyane
Aku gak popo.
Aku kuat

Senin, 21 Agustus 2017

21.8.17

Aku lelah, tapi aku menunggu,
aku jenuh, tapi aku bertahan,
aku ingin, tapi aku mengerti,
sungguh biar aku yang memiliki sendiri apa yang takingin kau miliki.

Rabu, 28 Juni 2017