25 Februari 2026
Bertahun-tahun sejak dahulu
Tapi bodohku tetap tinggal disini
Mencintai orang dengan bodoh!
Aku lelah setiap hari
Aku sedih setiap saat
Aku sendirian dengan perasaanku
Makian adalah makananku
Umpatan adalan minumanku
Salah kecil saja membuatku melayang dengan umpatan
Salah besar?
Makian dan Umpatan bekerja sama.
Tidak ada yang benar benar berarti dariku
Aku hanya menjadi pihak yang selalu salah
Salah, Lemah, Hina
Tak punya adab
Tak pandai apapun
Tapi jauh melenceng dengan kenyataan yang ada
Aku bertahan disini hingga seringkali kepalaku terasa mau pecah
Berpikir ini itu
Mencukupi ini itu
Oiya, aku juga tak pandai bersyukur
Tak paham agama
Mungkin juga baginya aku kotor.
Seringkali aku bertanya kebutuhan
Jawabannya sederhana
SABAR
Bagaimana caranya sabar jika aku dihimpit kebutuhan
Dan dia tetap santai dengan kegiatannya
Disitulah letak ketidak bersyukurannku.
Tidak percaya Tuhan katanya.
Bukankan Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu kaum tanpa mereka mengusahakannya?
Bukankan itu artinya kita harus berusaha?
Berpikir lalu bertindak
Tak hanya mengucap kata SABAR dan santai seperti biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar